Senin, 22 Mei 2017

Sejarah Singkat Grup Rebana Al-Mubarok Qudsiyyah Kudus




Assalamu'alaikum para penggemar sholawat. Khususnya masyarakat Kudus. Siapa warga Kudus yang tidak mengenal grup rebana Al-Mubarok dari Madrasah Qudsiyyah Kudus. Yang saat ini grup rebana tersebut sudah berusia 20 Tahun di tahun 2017 ini. Oleh karena itu, admin Sholah Sholawat akan mempersembahkan sejarah singkat dari Grup Al-Mubarok yang ditulis oleh salah satu Alumni Qudsiyyah yaitu Mohammad Bahauddin. Berikut sejarah Al-Mubarok Qudsiyyah dan selamat membaca.

­čÄČSEKILAS TENTANG GROUP AL-MUBAROK­čÄČ
#20tahunalmubarok

Sekitar 1990-an, geliat kesenian Islami, seperti permainan rebana menjamur di wilayah Pantai Utara Jawa, termasuk Kudus. Saat itu, rebana menjadi salah satu kesenian Islami yang sedang digandrungi oleh masyarakat Kudus. Berbagai grup rebana modern yang menggunakan ketipung (terbang) dan jidur sebagai instrumen utama, laris manis di masyarakat.

Seiring dengan perkembangan tersebut, pelajar Madrasah Qudsiyyah pun tidak mau ketinggalan. Tokoh dibalik pembentukan kelompok rebana ini adalah Fathur Rahman, santri asal Pekalongan dan Abdul Kholil santri asal Karanganyar Demak yang pada 1997 masih berada di kelas satu MA Qudsiyyah. Keduanya saling memadukan bakatnya masing-masing. Jika Fathur Rahman mempunyai bakat di bidang vokal, maka Kholil mempunyai bakat di bidang musik.

Usaha demi usaha terus dilakukan. Fathur Rahman dan Abdul Kholil aktif mengajak teman-temannya untuk lebih maju dalam mendalami rebana. Mereka mendapatkan dukungan dari dari para guru, terutama Ustadz Ahmad Hadi yang berjasa melakukan penataan dan pembinaan rebana murid-muridnya. Wujud keinginan untuk dapat menguasai kesenian rebana itu dinyatakan dengan menghadirkan pelatih handal dari kota batik Pekalongan, yakni Abdul Mu’in dan Syukron Jazila. Para pelatih ini mengajarkan not dan dasar rebana Hadrah atau yang lazim dikenal di Kudus dengan sebutan Habsyinan (Hadrah Habsyinan adalah not dan tabuhan rebana yang digunakan untuk mengiringi pembacaan shalawat kitab Simtud Durar. Kitab Simtut Durar adalah kitab maulid yang disusun oleh Habib Ali bin Muhammad Al-Habsy. Dari nama fam penyusunnya (Al-Habsy) itulah, asal istilah habsyinan. Latihan dilakukan selama tiga hari itu betul-betul diikuti oleh santri dengan tekun.

Latihan rebana dilakukan dengan mengunakan inventaris PPQ (Persatuan Pelajar Qudsiyyah). Oleh karena terbang yang digunakan sudah kuna, Fathur Rahman dan kawan-kawannya mengajukan proposal kepada PPQ untuk dibelikan terbang yang baru. PPQ pun merespon permintaan tersebut dan membeli satu set rebana. Selain Fathur Rahman dan Abdul Kholil, kelompok rebana ini juga didukung oleh para santri lain, seperti Ahmad Shodiq, Abdur Rokhim, M. Nafis, dan M. Dzurroqi. Nama yang terakhir adalah santri yang berasal dari Bangil, Jawa Timur. Kehadirannya di kelompok raban Madrasah Qudsiyyah ini memberikan warna baru yakni memadukan antara terbang versi Pekalongan dan versi Langitan Tuban Jawa Timur, sehingga menciptakan alunan nada yang lebih dinamis.
Kelompok rebana ini diresmikan oleh K.H. M. Sya’roni Ahmadi pada 26 Rajab 1418 H atau bertepatan dengan 27 November 1997 dengan nama Kelompok Rebana Al-Mubarok (Jam’iyyah Ad-Dufuf Al-Mubarok).

Keberadaan kelompok rebana Al-Mubarok menjadi salah satu sarana dakwah yang efektif bagi masyarakat. Kelompok ini juga tetap eksis mempertahankan musik tradional dan tidak goyah oleh perkembangan moderen. Ia menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan Madrasah Qudsiyyah dalam berdakwah dan mengabdi kepada masyarakat sekitar. Hal ini terjadi karena kelompok rebana Al-Mubarok sering kali menerima undangan dari masyarakat umum pada acara-acara tertentu, seperti pernikahan, tasmiahan (upacara menamai bayi), dan khitanan. Selain aktif memenuhi undangan dan perlombaan, kelompok rebana Al-Mubarak juga telah menelurkan beberapa album rekaman. Shalawat Asnawiyah yang disusun oleh pendiri Madrasah Qudsiyyah, K.H.R. Asnawi juga menjadi salah satu shalawat yang dilantunkan oleh kelompok rebana Al-Mubarok.

Keberadaan al-Mubarok sangat mendapat kepercayaan dari masyarakat luas. Hal ini terbukti dengan seringnya diundang dalam acara pentas seni, pengajian, tasyakuran, walimahan dan lain-lain, baik di dalam kota maupun luar kota. Peningkatan kretifitas siswa yang terakomodir dalam group ini tampak jelas, dengan banyaknya deretan prestasi yang pernah digaetnya. Tak tanggung-tanggung group ini sampai tahun ini telah berhasil merilir albumnya yang ke-sebelas. Awalnya group ini hanya beranggotaan santri-santri tingkat Aliyyah saja, namun pada tahun 2012 Al-Mubarok memulai mengembangkan sayapnya dengan menyiapkan kadernya yang masih duduk di bangku MTs Qudsiyyah Kudus, mengingat banyaknya permintaan undangan dari kalangan masyarakat. Dan sekarang terdapat dua versi yaitu al-Mubarok versi Aliyyah, versi Tsanawiyyah dan versi Ibtidaiyyah.

Buah dari group ini melahirkan group-group lain di Jawa khususnya daerah Kudus. Karena out put (baik pemain atau vocalis) masing-masing mendirikan jam’iyyah sendiri-sendiri di kampusnya, di kampong halamanya, dan daerah yang dihijrahinya. Tak tanggung-tanggung barokah dari group ini pula banyak alumni group Al-Mubarok yang sudah sampai melebarkan sayapnya hingga ke manca negara seperti Malaysia, Singgapore, Cina, Korea, dan negera-negara lainya.

Dewasa sudah usia yang diinjak dan dijalani oleh group ini, tepat di 20 tahun usianya. Masa dimana untuk berkreasi, berinovasi, berkarya, bertalenta dan mengembangkan sayapnya dikancah dunia. Karena masa inilah darah muda group ini meluap dan terpompa untuk memantapkan posisinya sekarang.

Hanya doa yang alumni (Mohammad Bahauddin) berikan. Semoga Group ini semakin jaya dan bermanfaat untuk masyarakat dan warga di Indonesia. Aamiin

Sumber : Status Mohammad Bahauddin (https://web.facebook.com/josskid/posts/10202700469029306?comment_id=10202700596472492&reply_comment_id=10202700605672722&notif_t=feed_comment_reply&notif_id=1495504313825576)

Tempat teks lirik sholawat Indonesia, Arab, dan Jawa lengkap terbaru dan download MP3, video lirik sholawat, Jadwal Habib Syech, Habib Bidin terbaru, terlengkap, dan gratis.

Silahkan berkomentar dengan sopan.
Mohon koreksi apabila terdapat kesalahan lirik, jadwal, dan link yang rusak.
Terimakasih telah berkunjung.
EmoticonEmoticon